Kamu masih Susah Move On? Ini dia Caranya Mencintai Tanpa Menjadi Lemah

Sudah tepatkah caramu berkasih sayang selama ini? Apakah kasih sayangmu terbalas atau hanya menjadikanmu merasa lemah dan tak berharga?

Nasehat yang akan dipaparkan berikut ini akan membantumu memurnikan niat dan kepercayaan diri bahwa berkasih sayang bukanlah sebuah kelemahan. Justru, itu adalah kekuatan yang mungkin tersamarkan karena kamu salah tempat meletakkannya. Penasaran ka bagaimana nasehat selengkapnya? Simak yuk!



Perbedaan antara kelemahan dan kasih sayang
Video Sukses Cara Menyayangi Tanpa Menjadi Lemah
Banyak orang kalau mendengar “Berkasih sayanglah,” takut dianggap lemah. Karena mudah memaafkan kesalah orang lain dan khawatir ia akan mengulangi kesalahan itu lagi.  Padahal antara kelemahan dan kasih sayang itu berbeda. Mudah memaafkan orang lain, berbuat baik, menasehati dan berkasih sayang justru adalah sebuah kekuatan.




Kalau dia mengulangi lagi, berarti kamu kuat karena bergaul dengan orang yang tidak berguna
Video Sukses Cara Menyayangi Tanpa Menjadi Lemah
Inilah yang menyebabkanmu menilai dirimu lemah; karena kamu kuat berkasih sayang dengan orang yang tidak mengerti dinasehati. Yang salah sebenarnya adalah diri kita dalam memilih pergaulan; kenapa tetap mau bergaul dengannya?



Yang menyebabkan kita kehilangan rasa percaya diri dalam berbuat baik adalah karena kita bergaul dengan orang yang tidak baik
Video Sukses Cara Menyayangi Tanpa Menjadi Lemah
Jadi, jangan salahkan kebaikan yang kita lakukan. Periksa lagi, kebaikan itu kamu lakukan? Umpanya seperti bermain tennis dengan dinding; memantul terus ke arah kita. Maka, gunakanlah kebaikan di tempat di mana kebaikan itu berdampak dan dihargai supaya kita membangun rasa percaya diri bahwa kebaikan itu membayar kebaikan. Daripada kita merasa kebaikan kita melemah karena kita berusaha baik kepada orang yang tidak ada gunanya.



Kita memang harus baik kepada semua orang tapi utamakanlah kepada orang baik
Video Sukses Cara Menyayangi Tanpa Menjadi Lemah
Jangan sampai kita sebagai orang baik, menghabiskan tenaga dengan orang-orang tidak baik lalu mengabaikan perlunya orang-orang baik; keluarga, saudara, sahabat. Utamakanlah mereka! orang-orang yang memusuhi kita adalah orang yang belum menjadi saudara. Lalu, bagaiman dengan saudara secara genetic tapi memusuhi kita? Itu karena jiwanya belum bersaudara denganmu meskipun secara genetic bersaudara.