Siapa yang tidak kenal dengan Mario Teguh? Ia adalah
motivator, inspirator dan penasehat publik yang sangat popoler di negeri ini.
Tema nasehatnya kali ini sangat cocok untukmu yang pernah salah mencintai.
Salah mencintai bukan hanya tentang kekasih atau pasangan
hidup, tetapi juga salah mencintai bidang studi, salah mencintai pekerjaan dan
salah mencintai kehidupan hingga melupakan akhirat. Dan, pintu masuk dari
pembahasan ini adalah tentang cinta kepada belahan jiwa karena tidak ada yang
lebih pedih daripada salah menikah. Hayooo… udah nggak sabar ya menyimak
nasehatnya? Yuk langsung aja!
Kita sering merasa bahwa kesalahan adalah sebuah kekurangan.
Padahal, sebagian kesalahan justru mendekatkan
kita kepada keberhasilan
![]() |
| Koleksi Foto Pribadi |
Kalau kita tidak pernah disia-siakan dengan orang yang
terdahulu, kita tidak mungkin dipertemukan dengan orang yang terbaik saat ini. Mungkin,
kita pun pernah menyiakan-nyiakan sesuatu karena meyakini akan ada hal lain
yang lebih baik. Tapi, bagaimana rasanya jika ternyata yang baik itu tidak
pernah datang? Itu adalah cara Tuhan mengajarkan kepada kita untuk mensyukuri
yang sudah ada pada kita. Kita disuruh melihat orang yang menyia-nyiakan cinta,
harta atau nama baik dan kemudian sangat merindukan yang tadinya dibuang-buang.
Kepandaian ada batasnya sedangkan kebodohan tidak ada. Tugas kita adalah menjadi lebih ahli dalam kehidupan sehingga saat
tua lebih banyak benarnya
![]() |
| Koleksi Foto Pribadi |
Sabar dapat meredakan sakitnya hati karena itu butuh waktu.
Jadi, sabar itu adalah giving yourself
time. Kita memang akan menyesal, tapi sebagiannya belajar dan sebagiannya
tidak. Yang mengulangi kesalahan adalah yang tidak belajar. Tuhan itu Maha Penyayang,
ketika orang yang diberi kesalahan tapi tidak memperbaiki diri, akan diberi
kesalahan lagi supaya belajar kembali. Lebih parah lagi kalau kesalahan kita tetap
sama. Lalu, kapankah majunya? Hakikatnya, kita tidak diwajibkan untuk menjadi
sempurna, tapi diharapkan maju; jangan hanya menua tapi tidak mendewasa.
Membiarkan dirimu diperlakukan tidak baik akan mengorbankan
kebaikan dirimu. Jangan izinkan dirimu terus menerus salah pilih
Kita (khusus perempuan) sering begitu mencintai seseorang tanpa
membanding-bandingkan dengan orang lain terlebih dahulu. Selama belum menikah,
kamu justru dianjurkan untuk membanding-bandingkan, setelah menikah barulah terima dia apa adanya. Kalau mau mendapatkan yang terbaik, harus punya banyak pilihan. Jangan membatasi pergaulan karena sudah terlanjut komit dengan satu orang. Tidak ada orang yang bersedia diperlakukan
tidak baik, tapi dirimulah yang telah mengizinkan orang lain memperlakukanmu dengan
tidak baik. Jangan pernah mengeluhkan
laki-lakimu tidak baik kalau kenyataannya kamu bertahan masih bersamanya! Karena
dalamnya cinta akan menentukan dalamnya luka begitupun sebaliknya. Jadi, kalau kamu mengeluh sangat terluka, itu adalah tanda cintamu dalam kepadanya.
Banyak yang kehilangan kebaikan diri karena mencintai orang
yang salah atau mencintai orang yang tepat dengan cara yang salah
![]() |
| Koleksi Foto Pribadi |
Sakit hati bagi yang dikhianati itu perlu supaya kamu tidak merindukan lagi penghianat. Orang tidak akan pernah bahagia kalau membandingkan
kekurangannya dengan kelebihan orang lain. Kalau ingin bahagia, syukurilah apa
yang telah ada. Mulai dari sekarang, fokuslah pada apa yang ada di depan anda.
Bersyukurlah bisa melihat, punya 2 tangan yang lengkap, bisa bernafas. Itulah
sebabnya, orang yang bahagia adalah orang yang sumber kebahagiaannya sederhana.
Kalau kebahagiaanmu hanya sebatas apa yang bisa dibeli, maka kamu tidak akan
pernah cukup kaya.
Terlalu baik itu tidak baik. Sudah jelas mencintai orang yang
salah, kenapa mesti takut kehilangannya?
![]() |
| Koleksi Foto Pribadi |
Banyaknya orang yang menderita dalam hubungan yang salah
adalah karena takut kehilangan orang yang salah. Orang yang sering meratap
karena dikhianati cinta, sebenarnya sedang mengharap penghianat kembali.
Kalau semuanya tetap salah walaupun kamu sudah berusaha
membetulkannya, izinkan salah itu tetap terjadi. Menyerahlah secara cerdas!
![]() |
| Koleksi Foto Pribadi |
Bukankah banyak hal jadi baik tanpa diperbaiki, karena ada 1
elemen yang memperbaikinya; Waktu. Kita selalu diberi waktu untuk berubah. Bisa
jadi kamu too cloe to see; terlalu
dekat untuk melihat. Kalau terlalu dekat, tidak kelihatan, makanya mundur
sedikit. Kalau semuanya tetap salah,
biarkanlah tetap salah lalu akan ada 2 hal yang bisa terjadi; petunjuk atau
jalan keluar. Kalau petunjuk, maka perbaikilah. Kalau jalan keluar, maka
ikutilah dan kamu akan sampai pada keadaan yang lebih baik.
Bagaimana readers? Menarik banget kan? Semoga setelah membaca nasehat ini, hidupmu semakin baik dan tidak salah mencintai lagi.
*Merasa artikel ini bermanfaat?
Jangan lupa LIKE, COMMENT and SHARE! ^_^
*Merasa artikel ini bermanfaat?
Jangan lupa LIKE, COMMENT and SHARE! ^_^





