Kamu pasti pernah menyesal atas sebuah pilihan, bukan? Nah,
menurutmu apakah kita lebih baik langsung action daripada banyak
mempertimbangkah?
Sebagian pasti akan menjawab lebih baik action daripada
banyak mempertimbangkan tapi terunda action-nya. Dan, sebagiannya lagi pasti
akan berpendapat sebaliknya; lebih baik mempertimbangkan matang-matang daripada
action yang salah akhirnya harus berulang kali mempertimbangkan. Nah, bagaimana
penjelasan pak Mario Teguh atas hal ini? Yuk langsung disimak!
Semua tindakan baik itu karena pertimbangan baik
![]() |
| Video Sukses Cara Mempertimbangkan dengan Baik |
Lebih baik, mempertimbangkan baik-baik sebelum action. Yang salah
adalah pertimbangan yang berlebihan atau terlalu mempertimbangkan.
Dalam dunia bisnis, ada istilah over qualified. Inilah istilah yang cocok untuk kamu yang terlalu
mempertimbangkan sesuatu
![]() |
| Video Sukses Cara Mempertimbangkan dengan Baik |
Qualified itu baik dan berkualitas, sesuai untuk satu
jabatan. Contoh; untuk mengebor, kita harus faham bahwa besi yang akan dibor
itu harus dipegang, kecepatannya tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu
rendah. Nah, kalau terlalu banyak mempertimbangkan, bisa jadi kita nggak mau
ngebor karena dalam kekuatan tertentu ada resiko meledak. Itu menandakan bahwa over qualified akan membuat orang
terlalu banyak mempertimbangkan. Jadi, jangan terlalu banyak mempertimbangkan,
tapi mempertimbangkan itu tetap harus.
Gunakanlah pertimbangan-pertimbangan dasar; Apakah ini baik?
Apakah ini buruk?
![]() |
| Video Sukses Cara Mempertimbangkan dengan Baik |
Contohnya; “Apakah aku membutuhkannya untuk perbaikan
kehidupanku? Apakah ini membawa kebaikan untuk orang lain? Apakah aku akan
dibayar karenanya?” dan, ketika akan mengusulkan sesuatu, bertanya kepada diri
sendiri; “Apakah caraku ini sopan?Apakah orang lain tidak akan tersinggung? Kalau
ternyata dia tersinggung, apakah tahu bagaimana cara menjelaskan bahwa niatmu
bukan menyinggung?” nah, itu baru pertimbangan.
Yang hebat adalah yang pertimbangannya secukupnya dan
tindakannya tepat
![]() |
| Video Sukses Cara Mempertimbangkan dengan Baik |
Contoh pertanyaannya adalah; “Ya, kalau nanti jadi. Kalau nggak
bagaimana?” Pertanyaan ‘kalau nanti’ ini sering kali muncul sampai-sampai tidak
jadi dilakukan. Mempertimbangkan itu harus, bertindak juga harus.



